BERITA62.COM, Barito Timur – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, kembali menunjukkan komitmen sosialnya dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau Panti Asuhan Rela di Ampah, Rabu, 12 November 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 Tahun 2025.
Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, didampingi para pejabat struktural dan pegawai. Kehadiran jajaran pemasyarakatan disambut hangat pihak yayasan, menciptakan suasana penuh keakraban yang mencerminkan kepedulian Rutan terhadap masyarakat sekitar, khususnya anak-anak yang berada dalam pengasuhan.
Dalam sambutannya, Agung Novarianto menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut bukan sekadar seremoni peringatan hari bakti, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan Rutan untuk hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan mempererat tali silaturahmi antara jajaran pemasyarakatan dengan masyarakat. Semoga bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak di Yayasan Rela Ampah,” ujarnya.
Agung juga menekankan bahwa momen Hari Bakti menjadi ruang refleksi bagi seluruh jajaran untuk memperkuat dedikasi dalam mengimplementasikan nilai “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat Untuk Masyarakat.”
Menurutnya, pelayanan pemasyarakatan tidak hanya sebatas pembinaan warga binaan, tetapi juga bagaimana Rutan berperan aktif mendukung pembangunan sosial.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan kontribusi Rutan Tamiang Layang dalam aksi kemanusiaan, sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat di Kabupaten Barito Timur.
Pihak yayasan pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan, mengingat kebutuhan anak-anak di panti asuhan memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
Dengan terlaksananya aksi sosial ini, Rutan Tamiang Layang ingin menunjukkan bahwa peran pemasyarakatan tidak hanya berada di balik tembok lembaga, tetapi juga menjangkau masyarakat dalam semangat gotong royong dan kepedulian sosial. (BME-1)







