Rutan Tamiang Layang Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan Lewat Pemeriksaan Berkala

Pemeriksaan dilakukan oleh JFT Perawat Terampil, Rizkyana Kurniawati, yang secara langsung memantau kondisi kesehatan WBP satu per satu.

Pemeriksaan kesehatan rutin di Rutan Tamiang Layang, Rabu, 12 November 2025.

BERITA62.COM, Barito Timur – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, kembali mempertegas komitmennya dalam pemenuhan hak dasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan rutin, Rabu, 12 November 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya memastikan setiap WBP memperoleh perawatan serta akses layanan kesehatan yang layak selama menjalani masa pembinaan.

Pemeriksaan dilakukan oleh JFT Perawat Terampil, Rizkyana Kurniawati, yang secara langsung memantau kondisi kesehatan WBP satu per satu. Pemeriksaan meliputi pengecekan tanda vital seperti tekanan darah, suhu tubuh, hingga detak jantung.

“Kami melakukan pemeriksaan mendetail, terutama bagi WBP yang menunjukkan gejala gangguan kesehatan atau penyakit menular. Ini penting untuk mencegah potensi penyebaran penyakit di dalam lingkungan Rutan,” jelas Rizkyana.

Pelaksanaan layanan kesehatan bagi WBP berlandaskan Pasal 14 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menegaskan bahwa setiap narapidana berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dan makanan yang layak. Ketentuan ini menjadi pijakan kuat bagi Rutan dalam memastikan standar layanan tetap terpenuhi.

Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, menegaskan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan berkala merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Kami berkomitmen menjalankan amanat undang-undang. Pemeriksaan kesehatan rutin ini merupakan langkah nyata kami menjaga kualitas layanan dan memastikan para WBP berada dalam kondisi kesehatan yang stabil,” ujarnya.

Lebih jauh, kegiatan ini juga dipandang sebagai langkah strategis Rutan Tamiang Layang dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan mendukung terciptanya proses pembinaan yang optimal.

Dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik, WBP diharapkan dapat menjalani pembinaan secara maksimal.
Pihak Rutan menilai bahwa akses kesehatan merupakan pilar penting dalam sistem pemasyarakatan modern. (BME-1)