Pemkab Barito Timur Atasi Masalah Keluarga Ditolak Warga Karena Telantarkan Anak

Informasi yang dihimpun dari masyarakat, pasangan suami istri tersebut kecanduan judi online sehingga tidak bisa mengurus anak-anak mereka.

Rizky Amirul (29) dan Rahma Rina Mistika (35), berserta anak mereka difasilitasi untuk mandi dan makan di Sekretariat Daerah Barito Timur sebelum dipulangkan ke Sampit.

BERITA62.COM, Barito Timur – Pemkab Barito Timur akhirnya turun tangan menangani persoalan sosial yang menimpa pasangan suami istri, Rizky Amirul (29) dan Rahma Rina Mistika (35), yang ditolak warga karena dianggap menelantarkan anak-anak mereka serta tidak membayar kontrakan di Desa Matabu.

Asisten I Sekretariat Daerah Barito Timur, Ari Panan P Lelu, mengungkapkan kasus tersebut pertama kali diketahui dari laporan aparat kepolisian dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB). Dari hasil penelusuran, pasangan ini memiliki tujuh orang anak yang kondisinya tidak terurus, kerap terlihat dekil, bahkan sering tidak mengenakan pakaian.

“Dua hari lalu kami menerima laporan dari Kapolsek dan Kepala DP3AKB terkait keluarga ini. Orang tuanya menelantarkan anak-anak, sehingga warga sekitar merasa terganggu karena anak-anak tersebut sering buang air besar sembarangan dan tidak berpakaian,” jelas Ari Panan,

Upaya mediasi sempat dilakukan dengan melibatkan camat, lurah, serta bhabinkamtibmas. Rencananya keluarga ini akan ditempatkan di Ampah karena ada pihak keluarga yang bersedia menampung. Namun, ketika diantar menggunakan dua mobil, keluarga yang dituju ternyata tidak ada di tempat dan nomor telepon yang diberikan tidak bisa dihubungi.

“Karena itu, kami tarik kembali ke Tamiang Layang untuk ditangani di tingkat kabupaten. Kami tanyakan langsung kepada pasangan ini, apakah ingin tetap di Barito Timur atau pulang ke keluarga. Jika memilih menetap, pemerintah siap mencarikan solusi, termasuk menitipkan anak-anak mereka ke panti asuhan agar lebih terawat. Namun akhirnya mereka memutuskan pulang ke Sampit, tempat keluarga pihak suami,” tutur Ari Panan.

Pemerintah kemudian memastikan keberadaan keluarga tersebut di Sampit dengan berkoordinasi bersama Babinsa, bhabinkamtibmas, dan pihak keluarga. Setelah terhubung dengan ibu dari Rizky Amirul, kepastian pun diperoleh bahwa keluarga itu dapat diterima kembali di sana.

BACA  Ketua DPRD Barito Timur Donorkan Darah pada Peringatan HUT IKAHI

“Semua biaya pemulangan ditanggung pemerintah daerah. Kami menyiapkan dua kendaraan, satu mobil pick up untuk barang-barang dan satu mobil untuk mengangkut keluarga. Mereka juga membuat surat pernyataan agar benar-benar menetap di satu daerah, bekerja, dan mengurus anak-anak dengan baik,” tegas Ari Panan.

Ia menambahkan, pada Sabtu pagi keluarga tersebut telah tiba dengan selamat di Sampit.

“Tadi sudah tiba dengan selamat di Sampit,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat, pasangan suami istri tersebut kecanduan judi online sehingga tidak bisa mengurus anak-anak mereka. Meskipun mereka sering mendapatkan bantuan sosial namun itu tidak mengubah keadaan.

Diduga setiap kali mendapatkan uang mereka menggunakan untuk deposit judi online dibandingkan membeli bahan makanan untuk anak-anak atau membayar sewa kontrakan.

Puncaknya, beberapa waktu lalu anak-anak mereka pernah keracunan makanan karena memungut makanan dari tempat sampah. (BME-1)