BERITA62.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian besar pemerintah dalam sektor pertanian, khususnya produksi beras dan jagung yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Hal itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 5 Mei 2025.
Menurut Presiden, peningkatan produksi tahun ini merupakan hasil nyata kerja keras dan perencanaan matang pemerintah dalam menghadapi ancaman krisis pangan global. Ia menyebut Sumatra Selatan sebagai salah satu contoh provinsi dengan peningkatan signifikan dalam produksi beras.
“Sumatra Selatan biasanya memproduksi sekitar 3 juta ton beras per tahun, tahun ini diperkirakan mencapai 4 juta ton. Peningkatan 25 persen ini luar biasa dan menjadi salah satu prestasi penting di tingkat global,” ujarnya.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa jumlah cadangan beras milik pemerintah saat ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah Indonesia.
“Jumlah tonase beras yang sekarang berada di tangan pemerintah, saya dapat laporan, adalah tertinggi sepanjang sejarah NKRI,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hasil kebetulan, tetapi buah dari kerja kolektif yang terstruktur, termasuk dalam mengantisipasi dampak El Nino dan La Nina terhadap pertanian nasional.
“Pertanian itu seperti kompas. Salah sedikit saja, akibatnya bisa buruk. Kalau kita tidak memperhatikan cuaca, El Nino, kekeringan, La Nina, maka kita bisa jatuh dalam krisis pangan,” jelasnya.
Kepala Negara memberikan apresiasi kepada seluruh tim ketahanan pangan nasional, terutama Kementerian Pertanian dan instansi terkait, atas kerja yang fokus dan terarah.
“Saya lihat tim pangan, Menteri Pertanian dan timnya, semua fokus,” ungkapnya.
Salah satu faktor utama dalam keberhasilan mengatasi tantangan pertanian, menurut Presiden, adalah pemanfaatan sumber daya air nasional. Ia menyebut sungai-sungai besar di berbagai daerah sebagai aset penting yang harus dioptimalkan.
“Di Jawa Timur ada Kali Brantas, di Jawa Tengah Bengawan Solo, di Jawa Barat Citarum, di Sumatra dan Kalimantan juga banyak sungai besar yang tidak pernah kering,” katanya.
Untuk mendukung pengairan lahan pertanian, pemerintah mengadakan puluhan ribu unit pompa air yang digunakan untuk mengalirkan air dari sungai ke sawah-sawah.
“Kunci utamanya adalah pompa. Kita cari dana untuk pengadaan 80 ribu pompa yang harus tersedia sebelum musim panas,” tutup Presiden. (BME-3)







