BERITA62.COM, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bentuk investasi jangka panjang negara dalam membangun masa depan generasi bangsa. Hal ini disampaikannya dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 5 Mei 2025.
Dalam kesempatan itu, Presiden mengapresiasi kemajuan pelaksanaan program MBG yang telah menjangkau lebih dari 1.286 titik dan memberikan manfaat kepada sekitar 3,4 juta penerima pada awal Mei 2025. Ia optimistis jumlah penerima manfaat akan terus meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan.
“Diperkirakan akhir Mei akan mencapai 4 juta, akhir Juni 6 juta, dan pada akhir Agustus akan mencapai 22 juta. Sehingga di akhir November 2025 akan mencapai 82,9 juta penerima manfaat,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo menekankan bahwa program ini memiliki skala dan kompleksitas logistik yang sangat besar. Meski tingkat keberhasilan program dilaporkan sudah mencapai 99 persen, ia mengingatkan seluruh pihak untuk tetap menjaga kewaspadaan dan tidak berpuas diri.
“Kita tidak boleh cepat puas. Kita harus terus evaluasi, terus tingkatkan kualitas hingga Desember 2025,” katanya kepada jajaran kementerian dan lembaga.
Kepada Kepala Badan Gizi Nasional dan tim pelaksana, Presiden menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan penerapan standar tinggi dalam program MBG. Ia juga menyinggung berbagai kritik yang sempat muncul terkait pelaksanaan program ini.
“Banyak yang nyinyir, banyak yang mengatakan impossible. Tapi kita buktikan dengan niat baik, dengan tekad, dengan menggunakan rumus-rumus yang benar,” ungkapnya.
Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini mulai mendapat perhatian internasional. Salah satu tokoh dunia, Bill Gates, dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia pada 7 Mei 2025 untuk menyampaikan dukungan terhadap program MBG.
Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan sesungguhnya baru bisa diukur pada akhir tahun, ketika target 82,9 juta penerima manfaat tercapai secara aman dan berkualitas.
“Kita belum berhasil. Kita berhasil insyaallah Desember 2025, ketika kita bisa menyelenggarakan makan bergizi tiap hari bagi 82,9 juta rakyat dalam keadaan bersih, aman, dan bergizi,” tegas Presiden.
Ia menutup arahannya dengan menekankan bahwa program ini dijalankan bukan demi pujian, tetapi karena keyakinan akan pentingnya investasi bagi masa depan anak-anak Indonesia dan upaya nyata dalam mengurangi kemiskinan. (BME-3)








