Umum  

BMKA ITB Sukses Gelar Islamic Journalism Class Bersama Mas Andre Hariyanto

Islamic Jurnalism Class yang digelar secara daring dari Masjid Salman ITB Bandung, Sabtu, 1 Maret 2023.

BERITA62.COM, Bandung – Bidang Mahasiswa, Kaderisasi dan Alumni (BMKA) Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Yayasan Pembina Masjid (YPM) Salman ITB menggelar pelatihan bertajuk Islamic Jurnalism Class di Masjid Salman ITB Bandung, Sabtu, 1 Maret 2023.

Pelatihan yang juga dilaksanakan secara daring itu dipandu oleh Mas Andre Hariyanto, CFNLP, CMST, CT-ALC, CLMA, serta didampingi oleh pembaea acara Suci Rahmawati.

Mas Andre Hariyanto merupakan Founder Komunitas Taklim Jurnalistik, Pembina Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara, Wartawan muda sekaligus Owner Lembaga Pelatihan AR Learning Center.

Saat menyampaikan materi pelatihan, jebolan STIS Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak itu mengajak peserta puluhan peserta pelatihan yang berasal dari Aceh sampai Papua agar tetap santai namun tetap fokus dan berkonsentrasi dalam menulis.

“Jurnalisme itu kekuatan media. Media mampu membentuk, memberi fokus, dan mempercepat opini publik. Selain itu, ada diktum yang mengatakan media menciptakan juga menghancurkan citra. Berkaitan dengan hal tersebut, maka sudah saatnya semua manusia harus ada yang bergerak di bidang media,” ucapnya.

Pria kelahiran Mojokerto, 24 Mei 1993 ini mengatakan, saat ini terjadi perang media. Karena itu perlu dilahirkan penulis-penulis hebat untuk mengungkap suatu fakta dengan jelas.

Di hadapan para peserta yang berlatar belakang mahasiswa, dosen dan wartawan, Andre menjelaskan arti jurnalisme.

“Jurnalisme mencakup kegiatan penyiapan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita tentang berbagai peristiwa atau fenomena kepada khalayak melalui saluran media tertentu. Jurnalisme juga mencakup kegiatan dari peliputan sampai pada penyebaran ke masyarakat,” ujarnya.

Andre menambahkan jurnalisme juga memiliki ciri-ciri yakni skeptis, bertindak, berubah, seni dan profesi serta peran pers.

“Seseorang bisa menulis harus memiliki keyakinan, kemauan dan praktik serta motivasi,” tegasnya.

Eks marcom manager dan redaktur tersebut menuturkan, menulis itu mudah dan menyehatkan. Dia juga menambahkan, dengan menulis semua akan menjadi lebih ringan.

Abu Zhafran Ghazi Al-Amin salah satu peserta umum dari Palembang Sumatera Selatan mengungkapkan keseruannya mengikuti Islamic Journalism Class itu.

Dia mengaku tidak berminat menjadi penulis, namun karena melihat banyak media dan jurnalis yang nakal, suka mengadu domba dan memfitnah dengan memberitakan hal yang tidak benar, membuat Abu Zhafran tertantang untuk belajar menulis agar bisa menyajikan informasi yang akurat terpercaya dan adil.

Sementara itu Kepala Program Impact Class (I-Class) BMKA ITB, Syifa Amelia mengatakan, menulis adalah cara yang tepat untuk meluapkan segala rasa kehidupan.

“Harapannya, usai acara ini semua peserta maupun panitia memiliki pengetahuan yang menambah kapasitas diri dalam menulis.” ujarnya. (ASR)

error: Content is protected !!